Rabu, 25 September 2019

Fungsi Karya Seni Rupa


Hari Kamis, 26 September 2019
 Muatan SBdp 
3/3

 Fungsi Karya Seni Rupa Daerah
Seni rupa daerah memiliki berbagai fungsi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi karya seni rupa daerah dibedakan menjadi fungsi individual dan fungsi sosial:

1. Fungsi individual
Sebagai media untuk mengekspresikan jiwa, emosi dan mencerminkan segala sesuatu, baik suka, duka, dan marah. Selain itu, karya seni juga sebagai media mengekspresikan cita-cita, pandangan hidup, watak, bentuk, corak bahan, dan juga teknik.

2. Fungsi Sosial
Manusia sepanjang hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan seni sebab seni adalah bagian dari kehidupan manusia yang sama pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya. Suatu karya seni dapat berfungsi baik secara individual bagi penciptanya dan penikmatnya, maupun secara sosial dalam kehidupan sehari – hari. Karya seni rupa daerah memiliki beberapa fungsi sosial sebagai berikut.

a. Sebagai media pendidikan
Peranan seni dalam bidang pendidikan yaitu sebagai alat peraga untuk memperlancar proses belajar supaya anak didik lebih mudah dan mengerti menerimanya.

b. Sebagai media hiburan (refreshing)
Karya seni rupa daerah yang sengaja disajikan sebagai sarana hiburan untuk memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada masyarakat luas.

c. Sebagai media komunikasi
Karya seni rupa dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Maka karya seni tersebut memiliki fungsi sosial dalam bidang komunikasi.

d. Sebagai media keagamaan
Manusia percaya terhadap adanya kekuatan – kekuatan gaib dilakukan dengan seni. Kemudian turunnya agama – agam pun mejadi seni sebagai kegiatan yang tak terpisahkan dari kegiatan keagamaan. Misalnya memuja roh – roh nenek moyang atau para Dewa diwujudkan dengan patung. Menyampaikan dakwah Islam dengan pertunjukan wayang atau drama.

C. Jenis Karya Seni Rupa Daerah
Berdasarkan jenisnya, seni rupa daerah terbagi menjadi dua, yaitu seni murni dan seni terapan.

1. Seni rupa murni
Seni rupa murni adalah karya seni rupa yang mengutamakan segi keindahan tanpa memperhatikan fungsi. Contoh lukisan dan patung.

2. Seni rupa terapan
Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang mengutamakan fungsi, namun tetap memperhatikan segi keindahan. Contoh batik, ukiran kayu, gerabah, dan lain-lain

Selasa, 24 September 2019

Bhineka Tunggal Ika


Hari Rabu, 25 September 2019
Muatan PKn 
3/3
 
Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Diterjemahkan per kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam". Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti "satu". Kata ika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kitab sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

KEANEKA RAGAMAN SOSIAL BUDAYA


Hari Rabu, 25 September 2019
Muatan IPS 3/3

RAGAM SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA

            Indonesia mermpunyai keragaman  sosial budaya yang sangat tinggi.  Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, jumlah suku yang ada saat ini adalah 1.128 suku bangsa. Jumlah sebanyak itu antara lain disebabkan oleh :

1. perbedaan ras asal,
2. perbedaan lingkungan geografis,
3. perbedaan latar belakang sejarah,
4. perkembangan daerah,
5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan
6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri.

Diantara enam faktor yang tertulis di atas, perbedaan lingkungan geografis serta kemampuan adaptasi menjadi faktor yang paling banyak mempengaruhi beragamnya suku di Indonesia. Selain itu faktor tersebut juga mengakibatkan timbulnya keanekaragaman sosial budaya sebagai berikut :

1.        Keragaman bahasa
Sebanding dengan banyaknya suku di Indonesia, maka bahasa daerah pun juga beragam. Bahkan, pada setiap suku banyak ditemukan perbedaan bahasa.

Berikut ini beberapa keragaman bahasa di Indonesia :

-        Bali
Bahasa Bali, Bahasa Sasak
-         Jawa
Bahasa Jawa, Bahasa Madura, Bahasa Sunda
-         Kalimantan
Bahasa Bahau, Bahasa Bajau, Bahasa Banjar, Bahasa Iban, Bahasa Kayan, Bahasa Kenya
Bahasa Klemautan, Bahasa Melayu, Bahasa Milano, Bahasa Ot-Danum
-        Maluku dan Papua
Bahasa Ambelan, Bahasa Aru, Bahasa Banda, Bahasa Belu, Bahasa Buru, Bahasa Geloli, Bahasa Goram, Bahasa Helo, Bahasa Kai, Bahasa Leti, Bahasa Pantar, Bahasa Tanimbar,
Bahasa Ternate, Bahasa Tidore, Bahasa Bacan, Bahasa Sula
-         Nusa Tenggara
Bahasa Sasak, Bahasa Sumba, Bahasa Sasak, Bahasa Sumbawa, Bahasa Tetun, Bahasa Timor


   Keragaman Rumah adat
Keragaman rumah adat timbul akibat adanya perbedaan geografis. Suku yang mendiami daerah pegunungan memiliki bentuk rumah yang berbeda dengan suku yang tinggal di daerah pantai. Bukan hanya bentuk, bahan bangunan serta bagian-bagian rumah juga memiliki banyak perbedaan mengikuti bentuk adaptasi yang dilakukan di setiap daerah.

Berikut ini beberapa keragaman rumah adat di Indonesia :

-  Rumoh Aceh, merupakan rumah adat Nangroe Aceh Darussalam
-  Rumah Balai batak Toba dan  rumah Bolon merupakan rumah adat Sumatera Utara
-  Rumah Gadang, rumah adat Sumatera Barat
-  Rumoh Melayu Selaso Jatuh Kembar, Riau
-  Rumah Belah Bubung, merupakan rumah adat Kepulauan Riau
-  Rumah Panggung, ( Jambi)
-  Rumah Bubungan Lima, rumah adat Bengkulu 
-  Rumah Limas, rumah adat Sumatera
-  Rumah Rakit, rumah adat Bangka Belitung
-  Rumah Nuwo sesat, rumah adat Lampung



        Keragaman Upacara adat

4.        Kesenian Daerah
Kesenian daerah juga sangat banyak berkembang di Nusantara. Berikut ini beberapa bentuk kesenian daerah :

-    Lagu-lagu Daerah
1. Nangroe Aceh Darussalam         : Piso Surit
2. Sumatera Utara                             : Lisoi, Sinanggar Tullo, Sing Sing So, Butet
3. Sumatera Barat                            : Kambanglah Bungo, Ayam Den Lapeh,
                                                         Mak Inang, Kampuang Nan Jauh di Mato
4. Riau                                            : Soleram
5. Sumatera Selatan                         : Dek Sangke, Tari Tanggai, Gendis Sriwijaya
6. Jakarta                                        : Jali-jali, Kicir-kicir, Surilang
7. Jawa Barat                                  : Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Manuk
                                                          Dadali, Sapu Nyere Pegat Simpai
8. Jawa Tengah                               : Gundul-gundul Pacul, Gambang Suling,
                                                          Suwe Ora Jamu, Pitik Tukong, Ilir-ilir,
9. Jawa Timur                                 : Tanduk Majeng, Rek Ayo Rek, Turi-turi Putih

   Tarian Daerah
1. Nangroe Aceh Darussalam                   : Tari Seudati, Saman, Bukat
2. Sumatera Utara                                     : Tari Serampang, Baluse, Manduda
3. Sumatera Barat                                     : Tari Piring, Payung, Tabuik
4. Riau                                                       : Tari Joget Lambak, Tandak
5. Sumatera Selatan                                  : Tari Kipas, Tanggai, Tajak
6. Lampung                                               : Tari Melinting, Bedana
7. Bengkulu                                               : Tari Adum, Bidadari
8. Jambi                                                     : Tari Rangkung, Sekapur Sirih
9. Jakarta                                                   : Tari Yapong, Serondeng, Topeng
10. Jawa Barat                                          : Tari Jaipong, Merak, Patilaras
11. Jawa Tengah-Yogyakarta                   : Tari Bambangan Cakil, Enggot-enggot,
                                                                     Bedaya, Beksan,
12. Jawa Timur                                          : Tari Reog Ponorogo, Remong
13. Bali Tari                                              : Legong, Arje, Kecak
14. Nusa Tenggara Barat                          : Tari Batunganga, Sampari

           Seni Pertunjukan
1. Banten                                                   : Debus
2. DKI Jakarta                                          : Ondel-ondel, Lenong
3. Jawa Barat                                            : Wayang Golek, Rudat, Banjet, Tarling,
4. Jawa Tengah                                         : Wayang Kulit, Kuda Lumping, Wayang
                                                                    Orang, Ketoprak, Srandul, Opak Alang,
5. Jawa Timur                                            : Ludruk, Reog, Wayang Kulit
6. Bali                                                        : Wayang Kulit, Janger
7. Riau                                                       : Makyong
8. Kalimantan                                            : Mama                                                                 Selain dari sekian banyak kesenian daerah yang telah diuraikan di atas, keberagaman budaya Indonesia juga ditunjukkan dari macam-macam senjata khas ( Mandau, Clurit, Kujang, keris dll ), makanan khas ( Soto, Rawon, Papeda dll ), serta pakaian adat ( kebaya, ulos, koteka dll. Keanekaragam tersebut menjadi anugerah sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk dapat menjaga keberadaannya sampai kapan pun sebagai warisan budaya nasional.

Senin, 23 September 2019

Cara Menghitung Diskon


Hari Selasa, 24 September 2019
Muatan Matematika

Cara Menghitung Diskon
Lalu bagaimana sih penghitungan diskon? Biasanya diskon dinyatakan dalam bentuk persen.
Berikut ini rumus menghitung diskon:
diskon = persentase diskon x harga awal
Keterangan:
harga akhir: harga setelah diskon
persentase diskon: nilai persen diskon
harga awal: harga sebelum diskon
Setelah besarnya diskon sudah diketahui, maka tinggal kurangkan harga awal produk dengan besarnya diskon. Dari situ bisa diketahui harga produk setelah diskon.

Contoh soal tentang diskon beserta pembahasannya
Untuk lebih jelasnya, silakan pelajari pertanyaan dan pembahasan tentang diskon berikut.
1. Wina membeli 2 kerudung dengan diskon 25%. Jika harga 1 kerudung sebelum diskon adalah Rp50.000, berapa uang yang harus Wina bayar?
harga awal 1 kerudung = Rp50.000
diskon = 25%
Harga awal 2 kerudung = 2 x Rp50.000 = Rp100.000
nilai diskon = 25% x Rp100.000
= 25/100 x Rp100.000 = Rp25.000
harga setelah diskon = 100.000 – 25.000 = Rp75.000
Jadi, harga 2 kerudung setelah diskon 25% adalah Rp75.000.

2. Toko Pak Yusuf menjual sepatu. Untuk lebih menarik pembeli, Pak Yusuf memberikan diskon sebesar 15% untuk pembelian dua pasang sepatu. Jika harga sepasang sepatu adalah Rp200.000, berapa harga dua pasang sepatu setelah diskon?
persentase diskon = 15%
harga sepasang sepatu = Rp200.000
harga 2 pasang sepatu = 2 x 200.000 = Rp400.000
diskon = 15% x 400.000 = 15/100 x 400.000 = Rp60.000
harga setelah diskon = 400.000 – 60.000 = Rp340.000
Jadi, harga 2 pasang sepatu setelah diskon 15% adalah sebesar Rp340.000.
 

tusriyah Template by Ipietoon Cute Blog Design